Siapa bilang Merokok itu merusak Kesehatan ?

Anda sedang merokok?  Jangan matikan rokok! nikmati saja sambil membaca tulisan saya ini. Saya cuma berani menjamin anda belum akan berakhir di ruang jenazah, setidaknya malam ini! Secara ilmiah, saya percaya dengan keterangan para dokter yang menyatakan bahwa Rokok adalah pembunuh kelas kakap (lupa nomer berapa), rokok yang dapat menyebabkan Kanker dan Impoten  dll.   Sosialisasi tentang bahaya Rokok ini sudah sangat gencar dunia.  Di Indonesia sudah ada Peraturan dan denda bagi Perokok yang merokok di tempat-tempat tertentu. Katanya, Perokok pasif lebih tinggi tingkat bahayanya.!  Mosok sih?

Saya cuma mau membandingkan dengan ABG (angkatan bokap gue), atau kakek buyut saya.  Mungkin sejak zama Nabi Alex (he he gak kenal ya?) rokok sudah dikenal dan dicandui oleh banyak orang, dengan berbagai macam jenisnya.  Saya belum baca perbandingan rokok di era moderen ini dengan rokok tempo doeloe.  Secara logika, seiring kemajuan dibidang ilmiah, rokok di masa kini lebih higenis,  kecuali izin unutk mendirikan pabrik rokok  tidak perlu  ditinjau dari segi kesehatan.  Ironisnya, sudah tercantum di setiap kemasan rokok, bahwa merokok itu memang merusak kesehatan….toh pabrik rokok makin jaya saja. Siapa yang salah ?  Perokok apa negara?

Konon….kakek kakek saya dulu perokok berat juga, bapak saya sami mawon. Kok saya gak dilapori bahwa mereka-mereka itu mati karena kanker?  Mati pun udah tua-tua semua, keturunannya banyak menandakan tidak mengidap penyakit Kanker dan Impotensi. 

Dulu,  kalau sedang kepepet saya masih numpang join rokok bapak saya, Rokok yang ada tulisan “sex warning”, itu malah jadi judul rokok dimaksud, sebelum dirokok harus dilinting dulu dengan papir dan lemnya cukup air liur saja. Waduh…..sekarang ditawarin gratis pun,  bahkan di upah juga mah ogah! Rasanya pahit, kelat dan sangat memabukkan. Kalau asapnya dihisap kemudian dihembuskan pada kain putih jarak nempel,  maka warna kuning kecoklatan membekas pada kain itu dan sulit dihilangkan/dicuci. Itu nikotin kan?

Masalah umur urusan Tuhan!  itu yang mau anda katakan? hehehe

Saya bukan Pengacaranya si Rokok! Saya cuma seorang Perokok berat. Niat mau berhenti merokok  itu sudah lama, apalagi kalau sedang sakit, seperti kena malaria, sama sekali ga’ ada enaknya merokok, pahit dan seperti menghisap asap bakaran rumput kering biasa, sangit! Solusi untuk dapat berhenti merokok sudah banyak yang ditawarkan, seperti Hipnoterapy yang lumayan mahal, belum saya coba karena belum ada jaminan pasti.  Sejauh ini cuma bulan puasa yang mampu membatasi saya merokok pada subuh sampe sore hari, itu kalau kadar iman saya sedang oke. Sama kan?


Faktor terberat adalah biaya, saya menghabiskan setidaknya dua bungkus dalam satu hari. Kini harga rokok cenderung naik, cuma turun dari mobil Box menuju toko dan warung saja,  tergantung pada laris tidaknya merek rokok.  Kalau saya kalkulasikan pengeluaran saya perbulan untuk biaya rokok ini ternyata hampir sama dengan biaya dapur istri saya, inilah yang bikin mulut istri ngomel. (sama juga kan?).  Tapi alternatif harga rokok yang terjangkau selalu ada, ada saja! Artinya Pemerintah terus mengeluarkan surat izin baru untuk pabrik rokok baru. Umumnya rokok dengan merk baru  relatif lebih murah, ini boleh kita curigai kandungan zat-zat berbahaya akan lebih dominan, ternyata mendapat sambutan hangat dari Perokok kelas menengah ke bawah.  Dosa siapa? ini dosa siapa? kata bang Ebiet.

Bagaimana….sudah berapa batang anda habiskan hari ini? Hm…..saya sudah mulai buka bungkus yang baru. Ini semua gara-gara nge-Blog…. jadi, secara tidak langsung Internet sudah berkolusi dengan pabrik rokok. 

Hahahahahaa………kalau tidak, mana kelar tulisan saya ini!


 by: Rheezal

6 comments:

Anonymous said...

monggo gan, dicicpi rokok saya saja..hahahahahaha

jablay said...

Husy....I'm not a gay

Unknown said...

hehehehe blog kita bertentangan..tapi apa salahnya saling follow ya toch....blog nya dah sy follow mas follow balik ya...
di http://wacanahidupsehat.blogspot.com/.
matur suwun

jablay said...

Oh...gak juga gan, cuma sidiran kok! Oke!

Deka said...

Pendapat kita cenderung sama kak, hahaha...

jablay said...

Perbuatan beda, situ ga' ngudut!!!