Hakikat Tuhan dalam Pemahaman Saya

My God

Oh God! Dulu....ketika Aku masih kecil, Aku membayangkan Kau adalah sesosok Mahluk yang Besar, Tinggi dan menduduki sebuah Singgasana Mewah, diatas sana! di Langit yang Tinggi! Engkau senantiasa sigap siaga mengatur seluruh kehidupan di Bumi, Bulan dan Alam Semesta Raya ini. Tuhanku yang  gagah Perkasa, tidak pernah tidur sedetikpun, tidak makan, tidak minum bahkan tidak buang angin. Aku merasakan Tuhan-Ku yang perlu ku Kasihanii, Tuhan-Ku yang Maha Repot ngurusi segala tetek bengek! .

Kini...semua pandangan itu berubah. Setelah banyak merenungi tentang Engkau Tuhan, setelah banyak Debat yang Kuikuti, setelah Aku melihat realita kehidupan yang semerawut ini. Banyak sekali kesedihan dan kesenangan duniawi, banyak sekali keluhan dan jeritan anak Manusia. Bencana dimana-mana, ketidak adilan meraja lela, akhirnya Nyawa demi Nyawa lepas dari Raga, kembali padamu ya Tuhan-Ku.

Kalau saja Aku masih sama seperti dulu, Aku kuatir Aku akan membenci Kau Tuhan! Aku bisa saja Marah dan memaki-maki Kau, karena Kau hanya duduk diam dilangit dan membiarkan Dunia ini sekarat! 

Lewat Surat Mu pada Ku Tuhan, dimana Kau katakan bahwa Kau tidak pernah punya Ayah dan Ibu, Tidak pula ber-Suami atau ber-Istri, Tidak punya Anak, Tidak bergantung pada Apa dan Siapapun, Tidak pula ada Sesuatu yang sama dan dapat di-Setarakan dengan Kau,  akan apa yang ada di seluruh Jagad dan Alam Semesta Raya ini. 

Mulanya Aku sulit untuk mengerti, sulit sekali untuk menghayati Surat demi Surat Mu Tuhan. Kadang semakin dalam aku merenung, berpikir, maka semakin sakit kepala ini. Karena Aku ingin mengetahui Kau dengan segenap Akal Manusia yang Ku miliki. Aku yang pernah menganggap Kau adalah Sosok Misterius, sehingga Aku ingin Kau akan Nampak seperti apa yang Aku Imajinasikan.

Kini, Aku merasa mulai memahami Kau dengan caraku sendiri. Aku tidak akan perduli ataupun Takut akan kata Orang tentang Pemahaman-Ku ini. Tentu, Aku harus merasa Benar, walaupun Aku Salah bagi Orang Lain. Walau juga Salah bagi Kau Tuhan, Aku merasa lebih akrab mengenalmu, biarpun Aku selalu menyakiti Kau Tuhan dengan Perbuatan-Ku,  Aku merasa telah Bertemu, Melihat dan Berbincang dengan-Mu, melalui semua Yang kau Buat, melalui semua Pesan-Mu. Aku bahkan Menjamah-Mu.

Aku tidak akan lagi memposisikan diri Mu Tuhan, sebagai Pihak yang Bertanggung Jawab atas segala Tragedi yang menyengsaraka Manusia, ataupun Terlalu Memuji-Mu ketika mendapat Kesenangan Duniawi. Tidak Lagi bingung mempertanyakan salah siapa? ketika Aku melihat Se-Orang Bayi dilahir Cacat atau Mati dalam Kandungan sekalipun, sebab Aku Mulai tahu bahwa itu bukan Ulah Jahil Mu. 

Ternyata Tuhanku adalah Penganut Kapitalisme, Tuhan-Ku telah Menciptakan Segalanya! Menciptakan Adam dan Hawa sebagai Awal Manusia, Manusia yang Sempurna dangan dilengkapi Akal dan Nafsu. Menetapkan Bumi sebagai Rumah Manusia. Memberikan Fasilitas yang sangat lengkap  untuk menunjang Hidup Manusia, mulai dari Hewan, Tumbuh-Tumbuhan, Air, Udara dan lain sebagainya,  kemudian kauberikan juga Aturan/Rambu bagi Manusia agar Bisa Mengenal dan Menggapaimu dengan Tepat. Setelah itu, bagiku tiada lagi peran Mu. Semua Kau serahkan pada Manusia itu sendiri untuk berbuat dan  bertanggung jawab,  bukan perbuatan atas kehendakmu Tuhan!

Telah kau ciptakan Satu System Kehidupan yang berjalan diatas Hukum Hukum Baku Duniawi, Hukum yang Pasti dan tidak dapat dirobah atau digeser oleh Manusia, Hukum Sebab Akibat, Hukum Alam! Hukum yang telah membimbing-Ku merasakan Kasih dan Sayang Mu Tuhan. Dan Takdir yang sangat Kukenal dari Mu adalah Takdir Fana.....Takdir Kullunnafsin Zaiqatilmaut!

Kini, Aku sudah Tahu Rupamu, dan seniatiasa terpana oleh Cahaya-Mu. Aku mulai bisa merasakan beban kehidupan dengan senyum, Ikhlas dan Bersyukur menjadi Manusia. Dengan kata singkat tentang Kau Tuhan; Aku me-Maklumi-Mu.. 

Amin! 

by: Rheezalliberty


 (maaf...banyak sekali kapital latter sebagai kompressi)

No comments: