Pengalaman pertama berani mati tampil bermain music (keyboard) di depan umum................
Waktu itu emang udah mulai ngurus OT (orgen tunggal) temen sebagai tekhnisi. Ada satu Job yang lumayan jauh, dipinggiran kota Palembang, namanya daerah Tegal Binangun, yang make juga masih teman sendiri. "RamaSwara" nama OT yang saya urus itu, lebih focus ke aliran Pop, sebab Playernya emang jago nge-Pop, namanya Rizwan (sekarang sudah almarhum), Vocalistnya ponakan saya sendiri, juga Vocalist Pop.
Waktu itu emang udah mulai ngurus OT (orgen tunggal) temen sebagai tekhnisi. Ada satu Job yang lumayan jauh, dipinggiran kota Palembang, namanya daerah Tegal Binangun, yang make juga masih teman sendiri. "RamaSwara" nama OT yang saya urus itu, lebih focus ke aliran Pop, sebab Playernya emang jago nge-Pop, namanya Rizwan (sekarang sudah almarhum), Vocalistnya ponakan saya sendiri, juga Vocalist Pop.
Sebenernya, Tuan rumah yang nanggap (bapak teman saya itu), sejak malem kami datang dan ngeset alat sudah kelihatan cemberutnya, sama sekali gak ada senyum. Konon, dengar-denger memang beliau itu masih aktif sebagai Preman setempat. mungkin karena peralatan/sound sysytem yang kami bawa jumlahnya sedikit, penampilannya juga sangat lokal dan kodol, Power Amply cuma ada tiga biji, rakitan semua. Keyboard yang dimiliki cuma KN1500, sudah lumayan ketinggalan kereta, dilengkapi cuma satu disket yang berisi satu style dangdut ketak kentung (begitulah bunyinya), dan tiga style remix yang masih menganut paham Angling Darma dengan tempo cuma 160.
Sebagai Tekhnisi, pagi-pagi saya sudah hadir untuk men-switch on sound system. Sembari menunggu Player dan Vocalist, para tamu atau acara akad nikah dimulai, saya cuma berani puter CD dengan lagu-lagu irama Qasidahan. Belum satu lagu selesai saya puter, saya denger coloteh salah seorang yang lewat dijalan setapak dekat panggung hajatan; "Mati mak.....kuatlah suaro Tape aku dirumah!". Namun saya pura-pura tidak mendengar. Maklum yang barusan tereak..badannya kekar dan bertato. Mungkin ini salah satu dari sekian ratus Preman setempat. memang daerah ini terkenal dengan lumpur hitamnya.
Jam sembilan, Pemain dan Vocalist sudah di Panggung dan menyuguhkan beberapa lagu lagu Pop Nostalgia dan Pop Band terbaru. Sebenernya apa yang mereka suguhkan itu sangat bagus sekali, Playernya sangat lincah memainkan Keyboard dengan gaya orkestra, sementara alunan suara Vocalistnya gak kalah sama suara KD, bahkan hampir mirip pula. Tapi apa mau dikata, hadirin tidak begitu bersemangat, apalagi memberikan appluse. Wah...suasana sangat kaku dan membuat ketegangan bagi diri saya selaku Pengurus OT.
Jam sebelas, acara intipun dimulai, musik stop! Suasana lumayan adem karena Pembawa Acara lumayan bisa humor. Kemudian diikuti oleh Siraman Rohani oleh Uztadz yang juga lebih mirip Pelawak.
Waktu itulah temen saya yang nanggap OT menemui saya dan membicarakan tentang musik yang akan disuguhkan berikutnya, juga menyampaikan keluhan orang tuanya yang sangat kecewa.
Akhirnya saya mengambil keputusan menggantikan posisi Pemain dan segera memberikan gajinya full, mohon maaf dan mempersilahkan kalau ingin pulang. Kepada Vocalist saya meminta dia untuk siap membawakan lagu-lagu dangdut sebisanya. Tapi sebelum itu saya ngacir dulu mencari warung terdekat, membeli sebotol Miras jenis Angmer yang kecil, tapi saya tenggak dalam hitungan menit.
Acarapun resmi pun selesai, Pembawa Acara mempersilahkan OT untuk melanjutkan menghibur acara makan siang bersama. Saya yang sudah mulai dipengaruhi oleh Miras, tapi masih gemeteran mulai melakukan aksi pertama dihadapan publik, kala itu lagu "Semua Untukmu" diantara sedikit lagu yang bisa dinyanyikan oleh Vocalist. Entah ada kekuatan apa yang memback up saya, walau sedikit error dan penuh oleh improvisasi.....kelar juga tembang dangdut pertama itu dengan hasil kira-kira 60 persen dari cukup bagus. Lagu berikutnya "Mabok Janda", masih dalam irama Dangdut, ketukan Koplo tak punya, dan ini yang lumayan, masalahnya saya cukup mahir dan hafal. Alhamdulillah mendapat sedikit appluse.
Setelah sejak pagi tidak ada seorangpun mau tampil menyumbangkan suara di panggung, sang Pembawa Acara lah yang mulai bernyanyi duet dengan Vocalist, lagunya "Mandul", yang lumayan kurang dihafal liriknya oleh Biduan dan mesti saya bantu teriak-teriak. Untungnya saya juga bisa memainkannya dengan nada dasar asli (Bbm), ini yang bikin khaget Player Pop, yang kemudian ngacir...pulang!
Setelah itu, mulai banyak attensi untuk bernyanyi di Panggung. Dalam kondisi saya yang sudah gak keruan, pusing, perasaan ragu dan takut mulai lenyap. Saya ingat petuah senior, kalau berhadapan dengan publik....anggap saja mereka semua "botol kosong". Cuma sedikit dari mereka yang mengerti tentang Musik, cuma sedikit dari mereka yang bisa nyanyi gak fales. Apalagi kalau yang Nyanyi nambah, berarti mereka merasa enak, makin pede saya waktu itu. Tambah lagi temen saya membawa kantung kresek berisi minuman dan kratingdeng....hahahaha, tambah lancar!
Memasuki pukul dua, tamu-tamu yang berpakain rapi mulai nyusut, berganti dengan hadirin baru yang mungkin tidak diundang oleh tuan rumah, dengan pakaian sehari-hari, ada yang pake kaos oblong, ibu-ibu yang pakai gaun tidur dan anak-anak kecil berseliweran. Namun sebagian Kursi mulai disingkirkan, saya pikir acara akan segera berakhir, ternyata digantikan oleh Meja-meja yang diatur berbaris, kemudian diatas meja itu mulai bertaburan botol-botol minuman. Wow...ini mah acara baru akan dimulai! Apa mau dikata, tidak ada ruang untuk mundur. Siap tidak siap harus saya hadapi! Tuan rumah sudah memberi aba-aba agar music hingar bingar (remix) segera di hidangkan. Alamak...padahal modal untuk itu sedikit sekali. Kepada Keponakan saya katakan untuk suka atau tidak suka membantu sampai tuntas, atau akan menghadapi resiko besar, Keselamatan!
Keistimewaan dari music Remix adalah bisa mengapprove seluruh jenis lagu, baik itu Pop, dangdut, Melayu dll. Tidak perlu mengikuti aransemen asli dari tiap lagu, yang penting Improvisasi yang kuat dan pandai memainkan variasi music. Rupanya apa yang saya hidangkan ketika itupun lumayan bisa menghibur hadirin-hadirin berbadan tegap dan banyak Tato. Keponakan sayapun banyak mendapat saweran. Dalam kondisi saya yang semakin mabok, mungkin menjadi faktor hiburan bagi penonton, semakin berani saya menghadapi Keyboard dan memencet toots secara demonstratif, gak tau apa yang nyampe ketelinga para hadirin yang mulai rame joged sambil mengacungkan jari. Hehehe...selain Mabok, ternyata banyak juga yang Heppy......kemudian sayapun ketularan karena disisipi lewat minuman. Musikpun terasa indah, tangan terasa dingin dan berkeringat bergerak lincah. Benar2 diluar kemampuan saya!
Seingat saya, acara hingar bingar itu berhenti kira-kira sepuluh menit menjelang Adzan Maghrib, dengan hasil ada dua orang yang ketiduran dipanggung sebelumnya muntah-muntah. Bau alkohol menyengat, botol berhamburan dimana-mana. Yang bikin khaget dan heran, orang tua temen saya yang nanggap, yang sebelumnya marah-marah, mendekati saya, meminta maaf dan mengucaokan terima kasih karena berhasil menghibur tamu-tamu. Malah kami menyepakati transaksi baru untuk melanjutkan acara pada malam harinya. Karena ada niat untuk membayar lunas semua kekecewaan Tuan Rumah, malamnya saya tambah dengan menyewa peralatan sound system, Keyboard yang sedang Populer (Technic KN1400), Pemain Keyboard yang jago dan dua Biduan yang memang jago Remix. Biarlah dana tambahan malam itu, seluruhnya saya habiskan demi kesenangan Tuan Rumah dan Audience. Acara malam yang lebih seru dan berhenti mendekati Adzan Subuh. Terlalu !
Sejak Panggung yang penuh dinamika itu, saya sudah mulai berani terjun langsung tanpa harus didampingi oleh Player Senior. Mulai menambah perbendaharaan lagu-lagu yang umum dinyanyikan di Panggung OT. Akhirnya dari sekedar mengurus OT teman....kini saya sudah memiliki OT sendiri yang sederhana dan menjadi single income bagi kami sekeluarga.
by: Rheezal


7 comments:
Nah bingung mau komentar apa aja, saking banyaknya yang pengen dikomentari. hahaha
- daerah Tegal Binangun tuh daerah mana om, dekat mana..??? kali aja tau,...
- "style remix yang masih menganut paham Angling Darma dengan tempo cuma 160." hahaha udah lama banget nie, inget2 masa dulu om jadinya. tapi kalo bukan 'pemerhati' OT khusunya daerah palembang mungkin gak bakalan ngerti om.
- "membeli sebotol Miras jenis Angmer yang kecil, tapi saya tenggak dalam hitungan menit." pasti A.M / Angmer nya waktu itu masih murah ya oom, belum banyak kena cukai kayak sekarang, hahaha
- "Tambah lagi temen saya membawa kantung kresek berisi minuman dan kratingdeng....hahahaha, tambah lancar!" Ini nie yang bahaya, hahaha
Gue bingung...mau dibales dimane ye komen? bales langsung disini, ya kalo yg komen balik lagi.
btw yg ditunggu kok belum nongol, padahal balasannya sudah disiapkan.....wuahahahahaha
Cuma saran aja om coba di perjelas kata2 yang digunakan pada postingan supaya gampang dimengerti. gak semua yang baca ngerti istilah2 yang digunakan oom [Istilah2 OT, dkknya] apalagi kalo ada campuran bahasa daerahnya tambah banyak yang gak ngerti.
Kalimat "nanggap" aja saya gak ngerti apa artinya [Mungkin maksud menyewa], soalnya di kamus bahasa dusun saya gak ada arti kalimat itu om, hahaha
Hahahaha, masih hadir om. kirain da tidur oomnya,.....
inget lagu bang rhoma om.
Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya
.......................................
mosok seh gak ngerti? naggap wayang..itu istilahne wong jowo mas! piye toh?
begenolah mas kalo yang nulis lulusan unras (universitas nenggak miras), kalimatnya jadi sempoyongan kabe......wuakakakaka
hahahaha,...
Saya kan bukan wong jowo om, hahaha. walaupun hasil campuran orang pegagan (sum-sel) dan orang sunda (bogor) serta beberapa tahun di tanah jawa tapi sampai sekrang saya lom bisa bahasa jawa selain bahasa sunda. Kalo kumaha dang ngarti urang kang, hahaha...
tegal binangun di jaka baring
Post a Comment